1.1.08

Identiknya Tahun Baru

Pergantian tahun selalu identik dengan perubahan diri untuk menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Gw sendiri terus menerus berharap demikian. Tapi apakah perubahan diri tersebut harus menunggu hingga pergantian tahun?

Kalau dilihat dari cara perayaan, tahun baru selalu identik dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api. Tapi apakah memang semua itu perlu? Apakah umur kita yang semakin berkurang ini harus “dirayakan” sedemikian rupa?

Kalau kita sekarang melihat acara di TV dalam rangka menyambut tahun baru, seringkali (kalau tidak mau dikatakan selalu) turut mengundang “orang pintar”/ paranormal/ peramal untuk ditanyakan mengenai keadaan Indonesia atau keadaan artis idola di tahun depan. Sering ditanyakan peruntungan di tahun depan diiringi (biasanya) prediksi yang nakut-nakutin dan beberapa malah membuat pemirsa TV yang setia menonton menjadi pesimis. Apakah prediksi dan ramalan semacam itu perlu? Apakah kita harus menggantungkan nasib sendiri dan bangsa ini pada hasil ramalan tersebut?

Yah.. hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya... Selamat Tahun Baru yee!!!