21.4.08

SmallNiceComic #06










Klik nice more untuk melihat hikmah di balik komik ini

Sinetron, sinetron, dan sinetron. Ada apa dengan sinetron? Kenapa cerita sinetron ga pernah jauh dari sekitar cinta segitiga, rebut-rebutan harta/ warisan, kejamnya ibu tiri, etc? apa ga ada cerita lain yang lebih inspiratif, padahal bangsa ini terkenal sebagai bangsa yang (lumayan) kreatif. Kenapa banyak sinetron yang hanya menjual tampang pemainnya yang terkadang ampe hendak menjual tubuh pemainnya (menjurus porno maksudnya)? Apa hanya itu yang ingin disampaikan ke masyarakat? Kenapa banyak sinetron yang mengumbar kekerasan (seringkali dalam rumah tangga)?? Padahal banyak anak kecil dan/ atau orang dewasa yang berjiwa anak kecil yang mungkin kebetulan menonton acara itu?? Kenapa juga kok malah gw yang pusing? Kuliah dulu ah...

Add Comment

SmallNiceComic #05










Klik nice more untuk melihat hikmah di balik komik ini

Yang pasti di sini gw ga akan menyinggung masalah dunia per-ojek-an. Gw hanya akan sedikit mengetengahkan salah satu sifat dasar manusia yaitu: “tidak pernah puas”. Ada kalanya (tidak bermaksud menyinggung salah satu pemimpin partai) sifat ini dapat berdampak baik bagi diri kita. Kalau tidak ada sifat ini, jangan harap Newton sampai menemukan lebih dari satu hukum fisika, atau jangan harap Soeharto rela menjadi presiden selama berpuluh-puluh tahun (eh?). Intinya kita harus mampu mengendalikan nafsu kita yang selalu tidak terpuaskan untuk tujuan yang baik, serta selalu bersyukur pada apa yang kita punya sekarang (hmmm... ini yang susah kayanya).

Add Comment

12.4.08

SmallNiceComic #04












Ada hikmah komik di nice more


Terkadang kita seringkali terlalu memanjakan diri sendiri dengan fasilitas yang kita miliki. Seperti si kaya yang terlalu terbiasa bepergian dengan mobil pribadi. Padahal tindakan kita itu kadang merugikan masyarakat sekitar dan diri sendiri. Kenapa masyarakat sekitar rugi? Lihat sendiri contohnya di jalan Cisitu Bandung yang selalu macet karena terlalu banyak mahasiswa ITB di daerah sono yang lebih memilih bepergian ke kampus (yang sangat dekat) dengan mobilnya dibanding naik angkot, bersepeda, atau berjalan kaki. Kenapa diri sendiri rugi? Contohnya adalah saat si kaya berhasil menemukan gopek di jalan. Bayangkan saja apabila dia selalu jalan kaki dan menemukan Rp 1000 di jalan setiap perjalanan. Dalam sebulan dia sebenarnya dapat menghasilkan Rp 30000!!! Bandingkan dengan apabila dia menggunakan mobil yang uang parkirnya rata-rata perhari adalah Rp 2000. Berarti tiap bulan bisa menghabiskan Rp 60000. Rugi kan? Padahal kalau lagi hoki kita bisa saja menemukan Rp 15000 kontan di jalan (kemarin temen gw baru menemukan uang segitu). Intinya adalah “budayakanlah jalan kaki, karena selain sehat dan ramah lingkungan ternyata juga mampu menghasilkan uang”.

Add Comment

SmallNiceComic #03












Ada hikmah komik di nice more

Hikmah dari cerita ini adalah bahwa selain takdir, ada penyebab terbesar lain dari sebuah kebodohan. Penyebab itu adalah “malu bertanya”. Masyarakat kita seringkali malu bertanya, sehingga kita terbiasa bertanya-tanya dalam hati saja tanpa berani benar-benar menanyakannya kepada orang lain. Pada akhirnya kita sendiri tidak akan pernah mendapatkan jawabannya (sehingga akhirnya “bodoh”). Kita seperti memiliki rasa takut kalau-kalau kita ternyata menanyakan “pertanyaan yang bodoh”. Padahal cara berpikir yang benar adalah, seperti yang dikatakan dosen gw, “tidak ada yang namanya pertanyaan bodoh, yang ada adalah jawaban yang bodoh”.

Add Comment

Lelucon Keat

Sebenarnya bukan termasuk jenis lelucon terbaik yang bakal lucu, tapi entah kenapa lelucon ini masih teringat di kepala gw. Alkisah saat masih kecil, gw pernah diberikan pertanyaan seperti ini:
Q: Kalau lagi jalan sendirian terus ketemu t*i di jalan, maka anda akan....
tetap diam di tempat
bergegas pergi
Kita hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari pilihan tersebut. Kalau anda jadi saya, apa yang akan anda pilih?
*penjelasan terperinci di nice more
*nb: (t*i=ta*) Keat=ta*k (dibaca terbalik)

Sebenarnya pertanyaan ini penuh intrik dan jebakan. Kenyataannya adalah kedua jawaban ini tidak ada yang benar. Kalau anda memilih jawaban (a), maka dengan sigap si penanya bakal menimpali dengan pernyataan bahwa anda tetap diam di tempat karena takut si t*i hilang diambil orang lain. Demikian halnya apabila anda memilih jawaban (b), maka dengan kesigapan yang sama si penanya akan langsung menimpali dengan pernyataan bahwa anda bergegas pergi ke rumah untuk mengambil piring. Piring untuk apa? Ya.. piring untuk itu.. t*i.. Pada intinya si penanya ingin memposisikan diri anda menjadi si pemakan dan penyuka t*i. Niat yang buruk memang, tapi namanya juga anak-anak. Esensi dari kejadian ini adalah anda sebaiknya curiga apabila ada orang yang tidak dikenal memberikan pertanyaan yang aneh secara tiba-tiba kepada anda. Hati-hati! Biasanya mereka hanya ingin mempermalukan anda. Oh.. seandainya saja gw sudah tau hal itu sebelumnya.. gw merasa seperti pemakan t*i kemarin..

Bagaimana kalau beberapa tokoh smallnicecomic diposisikan pada kondisi serupa? Apa yang akan mereka lakukan?

Add Comment