21.10.07

Cipaganti travel vs KAI -the real amazing race-

Eksperimen nyata yang dilakukan oleh gw dan kakak gw. Don't try this at home! (karena emang ga mungkin dilakukan di rumah)

Pulang kembali ke Bandung dari Balikpapan, gw lebih berminat naik travel (cipaganti) sedangkan kakak gw lebih pengen naik KA. Alasan kami berdua sama, tunggangan andalan kami masing-masing lebih cepat sampai. Maka tidak terelakkan lagi terjadilah perbedaan kepentingan yang mengakibatkan berpisahnya dua saudara di Cengkareng (ngg.. nggak sedramatis itu juga!).

jam 3.00: Kami sama-sama baru tiba di Cengkareng (karena menunggang pesawat yang sama). Kakak gw langsung bergegas menuju Gambir, sementara gw terpaksa terhadang conveyer belt (maksudnya gw terpaksa nunggu bagasi..) selama lebih dari 30 menit. Sungguh apes karena ternyata tas gw termasuk benda yang keluar belakangan.

jam 4.00: Gw akhirnya dapet tas gw dan sudah memesan Cipaganti travel. Setelah beberapa saat (kira-kira 13 menit lebih 54 detik), akhirnya mobil travel datang dan kami (gw dan beberapa rombongan lain yang tentu saja tidak gw kenali) berangkat!

jam 5.30: Gw nyampe di KM 57, sementara kakak gw masih sepi menyendiri di dalam gerbong kereta tua 'Parah'yangan. Saat itu sudah terlihat secercah sinar kemenangan di ufuk barat (ee... sebenarnya itu matahari) yang menunggu di bumi Bandung.

jam 7.00: Sampai dengan sukses ke BTC. Namun, karena ternyata mobil yang kami tumpangi harus kembali ke Jakarta (karena merupakan mobil bantuan), maka kami sekeluarga (gw dan beberapa orang yang ga gw kenali tadi) diturunkan di BTC. Kami disuruh menunggu.

jam 7.15: Mobil yang ditunggu akhirnya datang juga. Apesnya mobil yang kami tunggu ternyata berupa Kijang yang berkapasitas 4 orang + 1 supir, padahal 'kami' ada 5 0rang. Namun, karena mengalah kepada sekumpulan wanita (4 orang selain gw adalah sekumpulan wanita) yang nampaknya ingin cepat-cepat sampai ke rumah mereka, gw terpaksa meneruskan penantian gw. Gw sudah melihat bayang-bayang kekalahan di langit malam.

jam 7.45: Karena letih menunggu, gw bertanya, "ada apa gerangan sehingga mobil yang telah lama dinanti ini tidak datang jua, wahai mas-mas penunggu Cipaganti?". "Silahkan tunggu 30 menit lagi!", balasnya singkat.

jam 8.30: Hampir tidak sabar menanti, karena sudah tersiar kabar dari HP bahwa si kakak sudah tiba ke kos gw. tepat setelah menerima kabar buruk itu, mobilnya datang (bener2 right moment!). Dengan bergegas, gw langsung masuk ke dalam mobil.

jam 9.00: tiba di kos gw, dengan disambut senyum picik penuh kemenangan si kakak, yang sambil makan, terus menerus tertawa dengan jahatnya menertawakan kesialan bertubi-tubi yang diterima adik tak berdosa ini.

1-0 untuk keunggulan KAI. Sialnya lagi gw terpaksa membayar sebesar Rp 140000 (katanya masih kena tuslah.. :(( ), sedangkan kakak gw hanya membayar tiket KA 65000 + bis ke gambir 15000. Sungguh kekalahan yang menyakitkan dari segi moriil dan materiil. Ini menyadarkan gw, bahwa industri perkeretaapian kita belum mati. Hidup KAI! Cipaganti Travel s*cks!! Astro TV juga s*cks!! (masih kesal karena berkat mereka, gw terpaksa hanya dapat melihat pertandingan Fulham vs Derby, yang niatannya pengen mengobati luka hati malah menjadi partai super membosankan dengan hasil akhir 0-0!!! kejamnya dunia!!)